PEMUDIK TRANSPORTASI DARAT DI LAMPUNG DIPREDIKSI NAIK

Pemerintah memprediksi akan ada 80 juta orang yang melakukan mudik lebaran 2022, artinya akan terdapat banyak orang melakukan mobilitas sosial, seperti berkumpul bersama keluarga ataupun kerabat, sehingga diperlukan antisipasi agar terhindar dari risiko penularan penyakit. Seperti yang disampaikan Presiden RI Joko Widodo dan Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin bahwa pemerintah memperbolehkan masyarakat untuk melaksanakan mudik Hari Raya Idul Fitri 1443H dengan syarat sudah vaksin ketiga atau booster.
Karena kebijakan tersebut diperkirakan akan berdampak kepada peningkatan tren arus transportasi di Lampung. Kabag Humas PT KAI Divre IV Tanjung Karang, Jaka Jarkasih mengatakan saat ini melakukan persiapan masa angkutan lebaran dengan memperbaiki prasarana jalan jembatan dan fasilitas lainnya. Kemudian peningkatan budaya keselamatan perjalanan kereta api untuk menjamin keamanan keselamatan kereta api angkutan penumpang maupun barang serta diperkirakan ada kenaikan 10-15%.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Provinsi Lampung, I Ketut Pasek mengatakan adanya kebijakan tersebut menghidupkan kembali usaha transportasi darat. Sudah 2 tahun, usaha transportasi mati suri karena pandemi Covid-19 yang membatasi ruang gerak mobilitas masyarakat. Adanya kebijakan tersebut juga sebagai upaya pemerintah untuk mengajak masyarakat mengikuti vaksin ketiga atau booster dan kembali menghidupkan perekonomian di seluruh daerah.
"Ketika belum pandemi Covid-19, armada kami di Lampung ada 1.400 bus, tetapi belum tahu juga tahun ini seperti apa. Harapannya akan ada peningkatan mobilitas," katanya.
Direktur Operasi III Hutama Karya, Koentjoro menyampaikan pihaknya memprediksi lonjakan traffic kendaraan di JTTS secara keseluruhan menembus lebih dari 3,8 juta kendaraan. Lonjakan kendaraan tersebut akan terjadi saat H-7 Hari Raya Idul Fitri, traffic kendaraan akan naik hingga 14,56%. Apabila terjadi lonjakan, pihaknya telah siapkan strategi rekayasa lalu lintas dengan melakukan pengalihan arus (misalnya terdapat antrian panjang pada GT Bakauheni Selatan akan dialihkan menuju GT Bakauheni Utara). Kemudian menyiapkan rubber cone untuk membebaskan bahu jalan saat terjadi antrian, dan menggunakan skema contraflow yang berkoordinasi dengan pihak kepolisian.
Penulis : Rosalia Dwi Murniyati
Komentar
Posting Komentar